Kamis, 29 Desember 2011

Untukmu Belahan Jiwa

Bismillah,,,,,,,
Duhai Belahan jiwaku,
Cinta, adalah firah-Nya pada setiap hati, dan sebagai manusia biasa akupun tak luput dari yang namanya 'rasa cinta' kepada insan yg brlainan jenis dgnku.
...
Namun rasa cinta itu kupendam dalam diam, dan dalam keheningan malam, kutautkan selalu dalam Istikharah cintaku pada-Nya.

Karena kuingin menjaga kesucian makna rasa yg kini kerap hadir mengoda hati, menggugah sendiriku, mengantar seribu tanya yang tak pernah mampu kujawab,,,,,
Namun keyakinanku kepada-Nya yang telah menciptakan, memberikan dan menganugerahkan sebentuk rasa di hati ini, bahwa kelak akan ku dipertemukan-Nya denganmu 'Belahan Jiwaku', yang cara-Nya kadang tidak aku suka, tiada aku duga, dan tak pernah terlintas dalam benakku ataupn benakmu. Namun pasti,,,, DIA akan menuntunmu kepadaku.

Duhai Belahan Jiwaku,,,
Tak pernah kutahu siapa dirimu, juga di mana keberadaanmu. Namun ingin kujaga diri ini juga kesucian makna cinta yg menjadi fitrah dlm hati kita. Meski kusadari benar,,,, ia sangat sarat dengan goda, hingga mudah menjadi fitnah, bahkan bisa menyesatkan diri utk bermaksiat kepada-Nya.

Itulah yg selalu dan selalu kukatakan kepada hatiku, agar senantiasa hati2 dalam melangkah, dalam menjaga hati. Karena Ilahi Rabbi Maha Membolak-balikkan setiap hati.

Kuharap dirimupun senantiasa terjaga, dikuatkan Iman, di akarkan rasa taqwa dalam hati, hingga ta'atmu kepada-Nya mampu menjagamu dari fitnah rasa, dan goda dunia.
Hingga kelak,,,,
Jika namamu dan namaku yg di tulis-Nya di Lauhul Mahfudz, maka DIA akan mempertemukan fitrah rasa cinta kita dgn cara-Nya yg Indah.

Duhai Belahan jiwaku,,,,
Kukemas semua rasa ini dalam pundi hati, kusimpul dgn Indah dan kutautkan dalam setiap do'a sujud dan ingatku pd-Nya,,,,,,
Biarlah waktu-Nya yang akan membuka simpul itu, dgn cara-Nya dan menjadikan nyata dalam kisah kita...Aamiin..

Selasa, 27 Desember 2011

Penantian

Assalamu’alaykum….
Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang.
Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu.
Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat kodrat yang lemah ini membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata.
Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) karena Sayyidah Aisyah r.a pernah berpesan, Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki. Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan ALLAH kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?
Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.
Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.
Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.
Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.
Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.
Wassalamu’alaykum
Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya cukuplah dengan itu hilang harga dirinyadi hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah. PELIHARALAH DIRI DAN JAGA KESUCIAN.

Jumat, 23 Desember 2011

iman semut vs iman manusia

Di zaman Nabi Allah Sulaiman berlaku satu peristiwa, apabila Nabi
Allah Sulaiman nampak seekor semut melata di atas batu; lantas Nabi
Allah Sulaiman merasa hairan bagaimana semut ini hendak hidup di atas
batu yang kering di tengah-tengah padang pasir yang tandus.
Nabi Allah Sulaiman pun bertanya kepada semut: " Wahai semut apaka
engkau yakin ada makanan cukup untuk kamu" Semut pun menjawab:
"Rezeki di tangan ALLAH, aku percaya rezeki di
tangan ALLAH, aku yakin di atas batu kering di padang pasir yang
tandus ini ada rezeki untuk ku".
Lantas Nabi Allah Sulaiman pun bertanya: " Wahai semut, berapa
banyakkah engkau makan? Apakah yang engkau gemar makan? Dan banyak
mana engkau makan dalam sebulan?"
Jawab semut: "Aku makan hanya sekadar sebiji gandum sebulan".
Nabi Allah Sulaiman pun mencadangkan: "Kalau kamu makan hanya sebiji
gandum sebulan tak payah kamu melata di atas batu, aku boleh tolong".

Nabi Allah Sulaiman pun mengambil satu bekas, dia angkat semut itu
dan dimasukkan ke dalam bekas; kemudian Nabi ambil gandum sebiji,
dibubuh dalam bekas dan tutup bekas itu. Kemudian Nabi Allah Sulaiman
tinggal semut didalam bekas dengan sebiji gandum selama satu bulan.
Bila cukup satu bulan Nabi Allah Sulaiman lihat gandum sebiji tadi
hanya dimakan setengah sahaja oleh semut.
Lantas Nabi Allah Sulaiman menemplak semut: "Kamu rupanya berbohong
pada aku!. Bulan lalu kamu kata kamu makan sebiji gandum sebulan, ini
sudah sebulan tapi kamu makan setengah".
Jawab semut: "Aku tidak berbohong, aku tidak berbohong, kalau aku ada
di atas batu aku pasti makan apapun sehingga banyaknya sama seperti
sebiji gandum sebulan, kerana makanan itu aku cari sendiridan rezeki
itu datangnya daripada Allah dan Allah tidak pernah lupa padaku.
Tetapi bila kamu masukkan aku dalam bekas yang tertutup, rezeki aku
bergantung pada kamu dan aku tak percaya kepada kamu, sebab itulah
aku makan setengah sahaja supaya tahan dua bulan. Aku takut kamu
lupa".
Itulah Iman Semut !!!

_Iman manusia ?_

Di zaman Imam Suffian, ada seorang hamba Allah yang kerjanya mengorek
kubur orang mati. Kerja korek kubur orang mati bukan kerja orang
ganjil. Bila ada orang mati, mayat terpaksa ditanam, oleh itu kubur
perlu digali dulu. Tetapi yang ganjil mengenai hamba Allah ini ialah
dia tidak gali kubur untuk tanam mayat. Sebaliknya apabila orang mati
sudah ditanam, waris sudah lama balik kerumah dan Munkar Nakir sudah
menyoal, barulah penggali ini datang ke kubur untuk korek balik. Dia
nak tengok macam mana rupa mayat setelah di INTERVIEW oleh Munkar
Nakir. Dia korek 1 kubur, 2 kubur, 3 kubur, 10 kubur, 50 kubur sampai
100 kubur.
Lepas itu, penggali pergi kepada Imam Suffian dan bertanya kepadanya:
"Ya Imam, kenapakah daripada 100 kubur orang Islam yang aku gali, dua
sahaja yang mana mayat di dalamnya masih berhadap kiblat. Yang 98
lagi sudah beralih ke belakang?".
Jawab Imam Suffian:" Diakhir zaman hanya 2 dari 100 umat Islam yang
percaya rezeki itu di tangan Allah s.w.t. 98 orang lagi tidak percaya
bahawa rezeki di tangan Tuhan".
Itulah sebabnya apabila umat Islam tertekan dengan SOGOKAN duit yang
banyak, biasanya iman dia akan beralih. Nyatalah iman semut lebih
kuat dari iman manusia.
Itulah iman manusia (kita) !!!.

Selasa, 06 Desember 2011

Untuk Calon Suamiku…..

Bila Allah mengizinkan kita bertemu kelak . . .
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .
Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengkaruniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)
Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.
Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai calon suamiku.
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Duhai Calon Suamiku…
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.
Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.
Ya Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Engkau-lah yang telah menentukan hatiku jatuh pada lelaki ini,
jadikanlah cinta ku pada calon suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal ‘alamin.

Jumat, 02 Desember 2011

Untukmu Calon Imamku... Khaifa Khaluk Ya Akhi.

Duhai Calon imamku..
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini?

Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Duhhai Calon imamku…

Tahukah engkau betapa ALLOH sangat mencintaiku dengan dahsyatnya.

Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa,

agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.

Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.

Kadang aku bertanya-tanya, kenapa ALLOH selalu mengujiku tepat di hatiku.

Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya.



ALLOH tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya ALLOH membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat nantinya, kau bangga telah memiliki aku, di hatimu, menemani harimu
Calon imamku…

Aku yakin ALLOH pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku.

Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh,

hingga akupun bangga memilikimu kelak.

Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalehan.

Semoga sama halnya dengan dirimu.

Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.

Aku masih haus akan ilmu.

Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan ALLOH dan dirimu.

Calon Imamku…

Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat.

Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang sholeh.

Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau ALLOH dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.

Aku harap begitu pula dirimu.


Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada ALLOH setangkai bunga segar,

Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada ALLOH hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.

Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali.

Dan ulatpun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan ALLOH, indah pada waktunya. ALLOH tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi AlLLOHmemberi apa yang kita butuhkan. ”

Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.





Duhai Calon imamku yang di rahmati ALLOH…

Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita.

Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.

Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada ALLOH Subhanahu wa Ta’ala.

Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya. Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon imamku…

Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu. Hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir.

Ya ALLOH…

Sekiranya kelak persatukan aku dengan dia,

berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya.


Sekiranya kelak dia adalah suami yang akan membimbing tanganku dititianMu ,

karuniakanlah aku sifat kasih dan redha atas segala perbuatannya.

Sekiranya kelak dia adalah bidadara untuk ku di JannahMu,

limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduk akan segala perintahnya.

Sekiranya kelak dia adalah yang terbaik untukku di DuniaMu,

peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya.





Sekiranya kelak dia adalah jodoh yang dirahmati olehMu,

berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala macam masalah.

Tunjukkanlah aku jalan yang terbaik untuk aku harungi segala dugaanMu
Seandainya nanti dia tergoda dengan keindahan duniaMu,

limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya.

Seandainya nanti dia tunduk terhadap nafsu yang melalaikan,

karuniakanlah aku kekuatanMu untuk memperbaiki keadaannya.

Seandainya nanti dia menyintai kesesatan,

bimbinglah aku untuk menarik dirinya keluar dari keterlenaannya.

Ya ALLOH…


Engkau yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku,

Engkau juga yang Maha Mengampuni segala kekhilafan dan keterlanjuranku.

Seandainya aku tersilap berbuat keputusan,

bimbinglah aku ke jalan yang Engkau ridhai.

Seandainya aku lalai dalam tanggungjawabku sebagai isteri,

hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhiratMu.

Seandainya aku ingkar dan durhaka,

berikanlah aku petunjuk kearah rahmatMu.


Ya ALLOH…

Sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukMu,

aku buta tanpa bimbinganMu,

aku cacat tanpa hidayah Mu,

aku hina tanpa Rahmat Mu
Ya ALLOH…

Kuatkan hati dan semangatku,

tabahkan aku menghadapi segala cobaanMu,

jadikanlah aku isteri yang disenangi suami,

bukakanlah hatiku untuk menghayati agamaMu,

bimbinglah aku menjadi isteri Solehah.

Hanya pada Mu Ya ALLOH,

ku mohon segala harapan karena aku pasrah dengan dugaanMu

karena aku sadar hinanya aku,

karena aku hanyut dengan keindahan duniaMu,

karena kurang kesabaranku menghadapi cobaanMu,

karena pendek akal ku mengarungi ujianMu.

Ya ALLOH Tuhanku,

Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati,

isteri yang dikasihi,

isteri yang solehah,

isteri yang sentiasa dihati.

Aamiin, Ya Rabbal ‘Alamiin......

fa idzaa 'azamta fatawakkal 'alallaahi

Tak ada yang lebih indah bagi laki-laki dan wanita yang sedang saling jatuh cinta namun takut kepada Allah untuk bermaksiat, yang penuh ketaatan kepada Allah, yang menjaga diri dan kehormatan karena Allah dan yang menahan diri dari mengikuti hawa nafsu karena Allah selain Mahligai pernikahan"
Ya akhi...terima kasih karena kau bersabar untuk menungguku saat ini. Hanya Allah yang maha tahu betapa hati kita berdua sangat merindukan sebuah mahligai penuh keberkahan yaitu mahligai pernikahan.

terima kasih karena kau mau mengerti dengan syarat dari kedua orangtuaku terhadapku yang hingga kini sedang kuperjuangkan untuk cepat terlaksana, kepada Allah ku berharap syarat itu cepat kupenuhi.

terima kasih karena belas kasihmu kepada kedua orangtuaku yang telah tua, atas pengertian dan kesabaranmu terhadap permintaan kedua orangtuaku yang telah lemah.

Ya akhi...bahkan jarak yang jauh yang memisahkan kita, tak lantas membuat kesetiaanmu untuk menungguku luntur begitu saja, kau bahkan lebih menjaga hatimu lebih dari aku menjaga hatiku sendiri.

Ya akhi, namun ku ingin kau percaya bahwa aku adalah wanita setia, semua ku lakukan karena Allah, karena ingin mengharap ridho Allah.
Ya akhi, setiap malam kupanjatkan do'a penuh harap hanya kepada Allah untuk hubungan ini.

Ya Rabbku.....berikanlah aku pendamping hidup yang soleh
agar kami berdua lebih banyak ingat kepadaMu
dan lebih banyak bertasbih kepadaMu
sesungguhnya Engkau maha mengawasi segala sesuatu

Ya akhi...betapa indah dan tenang hari-hari penantian yang kita jalani, karena kita letakkan semua harapan kita hanya kepada Allah 'azza wa jalla, Rabb yang memegang kendali langit dan bumi. Ya kita letakkan harapan itu secara penuh ikhlas dan berserah diri hanya pada Allah semata.

Kau dan aku tau, sangat tau, tak satupun mahkluk yang bisa menjadi tempat pengharapan, bahkan kita tidak bisa menentukan takdir di masa depan, Allah lah pemegang segala keputusan.

Ya Akhi...maafkan aku yang tiada punya daya sedikitpun selain kekuatan dari Allah, karena sebab kau masih menungguku maka semua ini menjadi terasa lama.
maafkan aku ya akhi....

Ku pilih engkau sebab kesolihanmu, sebab wajahmu yang teduh dan bercahaya, sebab akhlakmu yang indah
sebab kau yang pemalu, tidak banyak bicara dan selalu bersikap sederhana 

Ya akhi...seandainya detik ini ku bisa menemuimu di seberang sana maka akan segera kulakukan namun kau telah paham bahwa masih ada amanah yang harus aku selesaikan disamping berusaha memenuhi syarat yang diajukan kedua orangtuaku.

Ya akhi...namun kita berdua tetap tidak akan pernah tau nama siapakah yang telah tertulis di dalam Lauh Mahfuzh sebagai pendamping hidup kita, hingga kelak saatnya tiba Allah akan memperlihatkan ke kita keputusan dan takdir yang telah Dia tetapkan.

namun satu hal yang akan selalu kupegang dalam hidupku:

fa idzaa 'azamta fatawakkal 'alallaahi
Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah
(Ali 'imran 159)